Identitas Madrasah

MAN Insan Cendekia berawal atas kebutuhan sumberdaya manusia yang memiliki kualifikasi tinggi akan ilmu pengetahuan maupun teknologi dan sejalan dengan keimanan maupun ketaqwaan. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie menginisiasi lewat BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) membentuk STEP (Science and Teknology Equity Program). Tujuan STEP adalah penyetaraan program ilmu pengetahuan dan teknologi untuk sekolah dilingkungan pesantren. Pada tahun 1996, STEP melekatkan nama SMU Insan Cendekia sebagai nama lembaga pendidikan. STEP memilih lokasi di Serpong (Banten) dan Gorontalo.

            Rancangan model pendidikan STEP mengambil filosofi magnet school. Lembaga pendidikan ini mampu menarik sekolah sekitarnya untuk terpacu dalam prestasi dan menyiapkan calon pemimpin masa depan bangsa. Pada tahun 2000, BPPT melimpahkan menejerial SMU Insan Cendekia ke Departemen Agama RI. Alih tata kelola ini mengubah nama SMU menjadi MAN Insan Cendekia, meskipun demikian, ciri dan karakter pendidikan STEP tetap melekat dan tidak berubah. Untuk memperluas semangat Insan Cendekia, pada tahun 2015 Pemerintah melalui Kementerian Agama RI mendirikan enam MAN Insan Cendekia yang merupakan repliksi MAN Insan Cendekia yang sudah ada yaitu di Serpong, Gorontalo dan Jambi, yaitu MAN Insan Cendekia Tanah Laut, Aceh Timur, Siak, Paser, Pekalongan dan Ogan Komering Ilir serta pada Tahun 2016 kembali dibuka delapan MAN Insan Cendekia yang diantaranya MAN Insan Cendekia Paser.

           Madrasah Aliyah Negeri Insan Paser diresmikan pada tanggal 03 Agustus 2015, bertepatan dengan 18 Syawal 1436 H. Dan Penetapan kenegrian ke-6 MAN Insan Cendekia, Yaitu MAN IC Paser, MAN IC Pekalongan, MAN IC Babel, MAN IC Siak, MAN IC Ogan Komering Ilir dan MAN IC Aceh Timur.

            MAN Insan Cendekia Paser dibangun atas kerjasama yang baik antara Pemkab Paser di bawah pemerintahan Bupati H.M.Ridwan Suwidi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agam RI. Lokasi MAN Insan Cendekia Paser Terletak di desa Sempulang dengan luas tanah 14 Hektar yang merupakan tanah hibah dari pemerintah Kabupaten Paser dan Komitmen itu terus berlanjut hingga sekarang di bawah pemerintahan Bupati Drs. H. Yusriansyah Syarkawi, M.Si.

            MAN Insan Cendekia secara sadar dibangun karena dorongan kebutuhan ideal, yaitu menghasilkan lulusan pendidikan tingkat menengah berbasis ke-islaman yang kuat di bidang Iman dan Takwa (IMTAK), akhlak mulia, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dan seni budaya, untuk menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat dewasa ini. Upaya menuju keseimbangan yang unggul, perpaduan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial adalah cita-cita yang hendak dicapai dari program pendidikan MAN Insan Cendekia, dengan model berasrama (Boarding School) telah menunjukkan sejumlah keberhasilan yang menakjubkan dapat bersaing dengan sekolah pada umumnya.