Berita Terupdate

Berita Ter Update

Paser (Madrasah) – Terkait pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia mengirim Tim Penilaian Internal (TPI) terdiri dari Melia Fauziah, Luli Achriyani dan Titik Purwanti ke MAN IC Paser untuk melakukan penilaian. Guna menyambut Tim Penilai Internal, MAN IC Paser menggelar acara penyambutan yang dihadiri oleh seluruh GTK MAN IC Paser.

Enggar Trisnawati Yudhiono, S.Sn., Guru Seni Budaya MAN IC Paser mengawali acara dengan penampilan Tari Burung Enggang dari Kalimantan Timur, dilanjutkan dengan penampilan Ayusa Widiana, S.Pd., Deni Arista, S.Si., dan Baihaki menyanyikan lagu berjudul “Syaikhonah”, serta Samira Ersyafitri dan Refadia Adwa’a Widi siswi MAN IC yang menyanyikan lagu daerah Paser berjudul “Sungai Kandilo”. Samira Ersyafitri juga menerima amanah membacakan ayat suci Al Qur’an sebagai agenda selanjutnya.

Mengawali sambutan, Khoirul Anam, M.Pd.I., selaku Kepala MAN IC Paser memberikan gambaran sekilas mengenai MAN IC Paser baik dari segi profil madrasah dan prestasi MAN IC Paser. Khoirul Anam menyampaikan pula ucapan terima kasih serta harapannya agar tim penilaian zona integritas dapat memberikan arahan dan saran khususnya kepada Tim Zona Integritas MAN IC Paser.

Lebih lanjut, Melia Fauziah dalam sambutannya mengucap syukur dan berterima kasih dapat bersilaturahim dalam keadaan yang sehat ke MAN IC Paser. Melia menjelaskan beberapa poin penting dalam Zona Integritas serta menambahkan terkait gambaran umum kegiatan mereka selama di MAN IC Paser. Terakhir Melia menyampaikan bahwa MENPAN, OMBUDSMEN, dan KPK juga bertindak sebagai penilai zona integrasi.

Kegiatan diakhiri dengan pembacaan do’a yang dibbawakan oleh Slamet Arif, S.HI. (Ratih Kirana_IC Paser)

Paser (Madrasah) – Kompetisi Sains Nasional (KSN) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) adalah dua dari sekian ajang bergengsi bagi pelajar di Indonesia. MAN IC Paser adalah salah satu Madrasah yang turut berpartisipasi dalam dua ajang bergengsi tersebut.

KSN merupakan ajang kompetisi dalam bidang sains bagi para siswa jenjang SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Sebelumnya, KSN dikenal dengan nama Olimpiade Sains Nasional (OSN). Kemudian, perubahan nama ini terjadi pada tahun 2020 setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim mendirikan Pusat Prestasi Nasional yang membawahi semua pelaksanaan lomba, kompetisi, dan festival di Indonesia.

Kompetisi Sains Nasional (KSN) ini diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kompetisi ini juga merupakan bagian penting dalam pemerataan prestasi dan memaksimalkan potensi peserta didik bertalenta dan berkarakter dari seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan KSM adalah sebuah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kompetisi Sains Madrasah pada awalnya hanya diperuntukkan bagi siswa madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah) saja, namun sejak tahun 2016 KSM dapat diikuti pula oleh siswa yang berasal dari SD, SMP maupun SMA yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Terkait KSN dan KSM, MAN IC Paser menjaring siswa-siswi yang berpotensi dalam bidang sains. Siswa-siswi tersebut kemudian dikarantina selama kurang lebih seminggu di MAN IC Paser, untuk dibimbing oleh guru-guru MIPA. Untuk lebih meningkatkan kemampuan siswa-siswi karantina KSN dan KSM, MAN IC Paser mengundang para dosen ahli dari Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB. Dr. H. Slamet Riyadi Bisri, Ir., MBA., selaku narasumber bidang Geografi, Dr. Joko Wiratmo selaku narasumber bidang Kebumian, Dr. Darmadjid, M.Si., selaku narasumber bidang Matematika, Dr. Irfan Dwi Aditya selaku narasumber bidang Fisika, Ika Agus Rini, M.Si., selaku narasumber bidang Biologi, Iis Aisyah, M.Pd., selaku narasumber bidang Ekonomi, dan Mamat Arohman, M.Pd., selaku koordinator narasumber.

Ismail, M.Pd.I., selaku Waka Humas mengawali kegiatan penyambutan sekaligus pembukaan pembimbingan oleh tim dosen dari LPP Salman ITB dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Madrasah dengan arahan dirigen Rini Irmah, S.Pd.

Sambutan pertama disampaikan oleh Reny Afifah, S.Pd., selaku Ketua Litbang MAN IC Paser. Reny Afifah menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dosen yang bersedia hadir di MAN IC Paser. Ia juga berharap semoga ilmu yang diberikan oleh tim dosen dapat diaplikasikan dengan sebaik-baiknya.

Senada dengan Reny Afifah, Kepala MAN IC Paser Khoirul Anam, M.Pd.I., turut berterima kasih kepada tim dosen. Khoirul Anam menyampaikan bahwa karantina siswa-siswi dilakukan agar para siswa lebih siap menerima ilmu dari tim dosen, serta agar tim dosen dapat lebih leluasa dalam memberikan ilmu MIPA lanjutan. Tak lupa Khoirul Anam memberi semangat kepada siswa-siswi yang turut hadir dalam acara tersebut.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Mamat Arohman, M.Pd., terkait kesan setelah sampai di MAN IC Paser. Mamat Arohman berterima kasih atas sambutannya dan mengapresiasi kondisi MAN IC Paser yang cukup bagus bahkan hampir setara Universitas dikarenakan memiliki luas lahan kurang lebih 14 hektar. Mengakhiri sambutannya, Mamat Arohman berharap ilmu yang diberikan tim dosen juga dapat menjadi amal jariyah.

Acara tersebut diakhiri dengan pembacaan doa oleh Arbain, S.Pd.I., serta sesi foto bersama. (Ratih Kirana)

(Paser-Madrasah) – Sebagai satu-satunya satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur yang menjadi pilot project zona integritas (ZI) menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) Kemenag RI, berbagai tahapan dan persiapan telah dilakukan oleh MAN Insan Cendekia Paser.

Senin (29/3/2021) MAN IC Paser melaksanakan sosialisasi pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM di lingkungan Kementerian Agama. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Gedung Administrasi  MAN IC Paser yang dihadiri oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, Ketua Komite MAN IC Paser, seluruh guru dan tenaga kependidikan, perwakilan OSIS, dan perwakilan OPPA. Selain itu wali murid MAN IC Paser juga mengikuti sosialisasi ZI via zoom.

Pembangunan ZI merupakan suatu program Kementerian Agama dalam upaya menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih  dan Melayani. Pencanangan Zona Integritas ini dilakukan berdasarkan Permen PAN dan RB No.10  Tahun 2019 menyebutkan ZI adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Madrasah, Khoirul Anam, M.Pd.I menyampaikan pentingnya komitmen bersama, antara pimpinan, seluruh GTK, siswa, bahkan orangtua/ wali murid dalam pembangunan Zona Integritas ini. “Komitmen bersama antar pimpinan, GTK, siswa, orang tua melalui komite merupakan salah satu upaya strategi dalam membangun zona integritas, maka dari itu ini perlu diperkuat untuk menciptakan pelayanan masyarakat yang bebas dari korupsi. Selain tu, strategi membangun zona integritas yang tak kalah penting diantaranya, smplifikasi dan inovasi layanan, knowing your employee, membangun kedekatan dengan stakeholders, bencmarking dengan unit yang lolos pembangunan ZI WBK, melakukan survey mandiri serta melakukan monitoring dan evaluasi” Jelas Anam.

Sosialisasi Pembangunan ZI ini disampaikan langsung Sekretaris Jenderal Pembangunan ZI MAN IC Paser, Abdul Jabbar, S.Kom. yaitu bahwa  tujuan dari pelaksanaan pembangunan Zona Integritas itu sendiri adalah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. “6 area zona integritas yang akan dikembangkan yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas layanan publik,” pungkasnya.

Khoirul Anam menambahkan di akhir pertemuan, melalui sosialisasi ini diharapkan rekan-rekan dapat memahami dan mempersiapkan tim pembangunan zona integritas, dengan menyiapkan data serta dokumen pendukung lainnya yang dapat dijadikan persyaratan saat penilaian tim ZI besok, Selasa (30/3). “Harapannya dapat memberi keyakinan kepada tim penilai ZI nasional dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dengan tujuan agar predikat WBK dan WBBM dapat dicapai.” Tutup Anam.

Paser (Madrasah) – Siswa yang berhasil lulus pada Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Paser mulai melakukan kegiatan registrasi ulang sejak Senin (22/3) di Gedung Pusat Kegiatan Siswa MAN IC paser.

Registrasi Ulang dilaksanakan selama 10 hari berturut-turut mulai hari Senin s.d Rabu Tanggal 22 sampai 31 Maret 2021. Proses Pendaftaran Ulang Peserta Didik Baru yang telah lolos CBT SNPDB Tahun Pelajaran 2019/2020 yaitu peserta menyelesaikan  administrasi untuk penyelesaian berkas peserta didik, pelunasan  biaya personal siswa seperti uang makan, dan pengukuran seragam. Selain itu, MAN IC Paser juga memfasilitasi calon peserta didik baru untuk melakukan Medical Check Up (MCU) di MAN IC Paser. MCU dilaksanakan sejak Kamis (25/3) sampai hari ini (27/3) mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WITA.

Kegiatan MCU ini bekerja sama dengan Klinik Sekata Medical Center Samarinda. Heffy Erlina SKM selaku Leader MCU Klinik Sekata Medical Center Samarinda mengungkapkan bahwa kerja sama MCU ini baru dilaksanakan pertama kali dengan MAN IC Paser. “Sebenarnya kalau kerja sama dengan saya pribadi, sudah selama 5 tahun dengan MAN IC Paser, tapi dengan Klinik Sekata Medical Center baru pertama kalinya, untuk pemeriksaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena ini kan pandemi, lalu jumlah siswa juga lebih banyak yakni sekitar 120 siswa,” ucapnya.

“Untuk pemeriksaan sendiri, kami melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan mata, pemeriksaan THT, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan labotarium klinik yang terdiri dari hematologi lengkap (Hemoglobin, Hematokrit, Eritrosit, Trombosit, Leukosit, LED), kimia klinik (Gula darah, Profil Lipid, Fungsi Hati, Fungsi Ginjal), urin lengkap dengan Analisa dan pemeriksaan radiologi. Untuk persiapan pemeriksaan peserta harus istirahat yang cukup sebelum pemeriksaan, puasa selama 10 – 12 jam (hanya di perboleh minum air putih selama puasa),” lanjut Heffy.

Syuaibatul Aslamiah selaku wali murid mengaku sangat terbantu dengan adanya MCU di lingkungan MAN IC Paser. “Terbantu sekali ya saya selaku wali murid karena semuanya jadi satu pintu mulai dari daftar ulang, pengukuran baju, hingga MCU bisa dilakukan sekalian. Untuk MCUnya juga lebih murah dibanding MCU di Rumah Sakit dan juga lebih mudah menurut saya karena tidak perlu bolak balik poli untuk pemeriksaan.” Ujarnya.